Senin, 09 Januari 2012

Perempuan Bunga Kertas

Sausan
  Sore. Belum senja. Aku bersandar di bibir pintu kamar. Parasku melengkungkan senyum. Jariku gemetaran. Dan, pikiranku kemana-mana. Tak pula sudah, pipiku memerah. Semerah langit yang tak pula sudah meranuminya.
  Pria itu, yang cara bicaranya lembut, sungguh membuat hatiku kalang kabut. Betul, aku tak pernah mengira akan jatuh cinta macam anak remaja. Aku sangat yakin itu cinta. Karena aku sudah terlalu sering melihat orang jatuh cinta. Jadi aku tahu persis gejala orang jatuh cinta.
  “Kamu perempuan paling cantik sedunia!” aih, suaranya itu, aku sangat suka. Sama persis aku sangat suka menganggap lelaki bermata coklat dengan rahang yang kuat itu sebagai pria paling tampan sedunia. Jadi, ketika pria rahang kuat itu meminangku, aku mau saja, dan merasa nyaman dengan itu semua.

Kamis, 15 Desember 2011

Makian Arab

Saat Masjidil Haram penuh sesak hingga orang duduk berdempet-dempet bahkan berjubel, seorang Arab seenaknya saja melangkah-langkahi shof-shof. Kakinya menyenggol kepada seorang haji asal Indramayu hingga kopiyahnya terjatuh. Tentu saja Pak Haji yang ustadz pesantren itu jengkel bukan main sehingga tak tahan lagi untuk tidak memaki.

KEGETIRAN dan HARAPAN

Tak terasa Januari 2011 sudah berkurang beberapa hari. Padahal kenangan getir tahun 2010 masih belum benar-benar sirna dari pikiran kita. Apalagi kegetirann tahun lalu itu masih terus berlanjut.   Ya, bencana-bencana yang membuat pahit kehidupan di negeri kita tahun yang lalu, masih terus berlanjut. Bencana-bencana yang tampak ‘alami’ seperti debu vulkanik, tanah longsor, banjir, dlsb; maupun yang dipaksakan tampak ‘alami’ seperti lumpur Lapindo, kecelakaan kereta api, dlsb, masih berlanjut. Belum lagi bencana-bencana yang sulit sekali disebut sebagai ‘alami’ seperti korupsi, mafia kasus, kekerasan sosial, dan kekonyolan-kekonyolan lain yang tak kunjung henti.

Di tahun 2010, kita seolah-olah tidak sempat berhenti untuk sejenak menarik nafas. Kadang-kadang musibah-musibah tidak hanya datang beruntun, tapi bersamaan. Apakah --jangan-jangan memang—ada korelasi antara musibah ini dengan musibah itu: antara ‘ngamuk’nya alam dengan kelakuan manusia yang seperti tak takut musibah itu?

Maulana Abdulmalik Israel: Yahudi Penyebar Islam Tanah Jawa

Yahudi. Satu kata itu menjadi satu makian konspiratif bagi muslim, tidak hanya kalangan fundamentalis, tetapi juga tradisionalis. Setiap ada budaya yang dilihat sebagai sesuatu yang menggerogoti tradisi keislaman selalu dikaitkan dengan upaya Yahudi dalam melemahkan iman masyarakat muslim. Demikian, ungkap Martin Van Bruinessen dalam sebuah ceramah yang disampaikan pada Institut Dialog Antar Iman (DIAN), Yogjakarta tahun 1993.

Tetapi, tahukah kita, bahwa ada seorang etnis Yahudi kelahiran Andalusia pada abad kelima belas masehi adalah salah satu penyebar Islam di pulau Jawa. Dialah Maulana Abdulmalik Israel yang semula seorang Yahudi yang konversi menjadi muslim, demikian dituliskan oleh Kyai Haji Muhammad Solikhin, seorang ulama yang mengasuh pesantren di Boyolali, dalam triloginya tentang Syeikh Siti Jenarnya. Bahkan, dalam buku yang ditulis oleh Ibnu Batutah, konon